PROBLEMA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR BAGI GURU SEBAGAI TENAGA PENDIDIK DI SEKOLAH



Guru yang berkualitas tentu akan menghasilkan peserta didik yang berkualitas pula, karena guru sebagai tenaga pendidik yang memiliki peranan sangat besar di dalam kegiatan proses belajar mengajar di sekolah. Guru juga berperan dalam menentukan kualitas pendidikan anak bangsa. Harapan dari semua insan Nusantara bahwa wajah masa depan bangsa ini berada di lingkungan sekolah, sebagai wadah menciptakan peserta didik yang luar biasa. Akan tetapi, hal itu bukan berarti bahwa tanggung jawab membentuk masa depan hanya berada di pundak pendidik dan tenaga kependidikan di institusi pendidikan. Tentu, tugas kita semua yang turut berperan membantu para guru di seluruh Indonesia untuk bisa mengemban tugasnya dengan baik dan maksimal. 

Seluruh elemen bangsa hendaklah memiliki sikap peduli, untuk merasa memiliki atas problema pendidikan agar bisa menjadi bagian dari ikhtiar untuk mencari solusi terhadap kendala-kendala yang sering ditemui seorang guru ketika ia harus mengajar di depan murid-muridnya. Guru juga hanyalah manusia biasa, yang tidak luput dari kelemahan dan kesalahan ketika berada di depan peserta didiknya. Beberapa kelemahan maupun kesalahan yang ditemui dilapangan oleh guru dalam proses belajar mengajar yaitu sebagai berikut :

  1. Dalam kegiatan proses belajar mengajar guru belum menyiapkan atau membuat sendiri perangkat pembelajarannya yang disebut dengan RPP. Sebelum mengajar sebaiknya seorang guru telah mempersiapkan bahan ajarnya dan merupakan hasil karyanya sendiri, sehingga ia tahu apa yang akan diberikan kepada siswa.
  2. Seringkali dalam mengajar guru tidak membawa media atau alat pembelajaran sebagai penunjang KBM. Solusinya persiapkan media yang berhubungan dengan materi pembelajaran, biasanya dilakukan pada awal tahun ajaran baru. Media dapat diambil dari bahan-bahan bekas atau yang ada di sekitar lingkungan sekolah, atau rumah siswa.
  3. Guru jarang membawa peserta didik ke dunia nyata. Hanya menjelaskan dan menjabarkan teori. Solusinya sering-seringlah membawa peserta didik melihat langsung objek pembelajaran yang sedang dipelajari agar dapat merasakan kejadian-kejadian penting, hal-hal penting dalam kehidupan mereka. Sehingga mereka selalu belajar dari lingkungan sekitar mereka.
  4. Guru jarang menggunakan metode mengajar yang menyenangkan. Solusinya kuasailah berbagai macam metode-metode dalam mengajar seperti : Contextual Teaching Learning, Quantum Teaching, Inquiry, project based learning dan lain-lain.
  5. Guru Jarang memadukan proses pembelajaran dengan pelajaran lain, apalagi yang menggunakan kurikulum 2013. Solusinya adalah gunakan metode pembelajaran yang menggunakan keterpaduan dan asah kemampuan untuk menghubung-hubungkan pelajaran dengan pelajaran lain. Sehingga manfaatnya dapat menambah wawasan dan ilmu anak secara optimal.
  6. Dalam kegiatan belajar mengajar guru belum secara maksimal menanamkan unsur-unsur nilai, norma, etika kepada para peserta didik. Solusinya cobalah menggunakan pola pembelajaran holistik, yakni menerapkan pembelajaran secara menyeluruh dan terpadu kepada peserta didik dengan memasukkan unsur-unsur nilai spiritual dan emosional anak sehingga anak tumbuh menjadi manusia yang terampil, terdidik dan berkarakter.
  7. Guru kurang memperhatikan kemampuan awal peserta didik. Solusinya Guru sebaiknya mampu mengelompokkan siswa sesuai dengan kemampuannya, misalnya; posisi tempat duduk disesuaikan sedemikian rupa agar siswa nyaman. Pembagian kelompok kerja bagi siswa, lebih mengarah kepada pengembangan potensi peserta didik. Peserta didik yang terampil duduk di sebelah peserta didik yang pasif. Atau peserta didik yang suka bercerita diletakkan di sebelah peserta didik yang pendiam.
  8. Penggunaan sarana dan prasarana yang kurang tepat. Misalnya meja, kursi yang berat diberikan kepada peserta didik berbadan pendek kecil. Hal ini mempersulit guru dalam menerapkan metode belajar yang baik. Solusinya guru harus kreatif menyiasati hal ini, membawa siswa keluar ruangan agar peserta didik tidak jenuh berada di dalam satu situasi.
  9. Guru tidak menetapkan materi yang jelas dalam proses pembelajaran. Sehingga suasana KBM menjadi kurang kondusif. Solusinya segera tentukan suatu materi dalam mengajar akan lebih dapat mengarahkan peserta didik,  sehingga peserta didik ikut belajar untuk disiplin, komitmen dan bertanggung jawab terhadap proses pembejaran.
  10. Guru tidak melakukan evaluasi. Setiap proses selalu harus diberi evaluasi, agar guru dapat mengetahui sejauh mana peserta didik mampu menyerap materi, nilai-nilai maupun norma-norma sehingga peserta didik tidak hanya pandai tetapi juga berkarakter. Susun jadwal kapan evaluasi akan dilakukan, sehingga proses pencapaian peserta didik dapat terukur dengan jelas.
  11. Guru jarang membaca buku dan referensi-referensi lain sebagai tuntutan GLN(Gerakan Literasi Nasional). Menyusun jadwal rutin berapa buku yang harus dibaca dalam 1 hari, 1 minggu untuk menambah wawasan adalah solusi yang tepat
  12. Guru jarang melakukan penelitian dan menulis sebuah artikel atau karya tulis lainnya. Solusinya guru harus lebih banyak mengamati, menganalisa dan mengamati kejadian-kejadian di sekitarnya serta rajin mencari solusi dari setiap permasalahan yang ada & belajar untuk menuangkannya dalam suatu hasil karya tulis.
  13. Guru jarang berkomunikasi dengan siswa secara lebih dekat. Berkunjung ke rumah siswa yang sedang membutuhkan perhatian terutama kepada siswa yang bermasalah di sekolah, barangkali perlu diterapkan sehingga terjalin komunikasi terbuka antara guru dengan peserta didiknya, sehingga guru bisa memahami karakteristik peserta didik sampai peserta didik tersebut akan terbuka kepada gurunya.


Demikianlah beberapa problema  yang sering dijumdandibtemukan dilapangan, jika masih ada kelemahan tersebut didalam kegiatan belajar mengajar, barangkali bisa diminimalisir, asalkan kita tahu bagaimana mencari solusi dan jalan keluarnya, sehingga guru yang berkualitas akan menghasilkan peserta didik yang berkualitas.