Cara Cepat menyusun RPP bagi Guru Kreatif dan Inovatif


Tenaga Pendidik(Guru) dan Rencana Pembelajaran bagaikan dua insan Manusia yang memiliki hubungan yang selalu bersama yang  tidak  dapat terpisahkan. 

Perangkat mengajar merupakan dokumen tertulis seorang guru dalam melaksanakan proses pendidikan di sekolah. Dokumen ini menjadi panduan operasional bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Oleh sebab itu, secara administratif guru harus memiliki buku perangkat mengajar.

Perangkat mengajar dibuat guru pada awal tahun pelajaran setelah melakukan lokakarya sekolah. Dalam lokakarya ditetapkan pembagian tugas guru dalam proses belajar mengajar (PBM) sehingga guru mengetahui dengan jelas, kelas yang diajar maupun jumlah jam mengajarnya.
  1. Berangkat dari pembagian tugas inilah guru memulai menyusun perangkat mengajar. Bagaimana langkah dan prosedur menyusun perangkat mengajar? memahami kurikulum
  2. menterjemahkan kurikulum
  3. mendisain perangkat mengajar
  4. membuat dokumen mengajar permanen. 

Guru yang sudah memiliki cara mengajarnya baik tentu akan semakin baik pula dalam mengajar jika sudah ditangan dan pikirannya tertera peta atau konsep yang dituangkan berbentuk tulisan didalam RPP. Pertama sekali saya pernah merasakan bahwa RPP tersebut seperti penghalang kreativitas yang membuat selera mengajar menurun karena harus menulis dan menuangkan ide kreativitas dalam lembar kertas yang menyita banyak waktu. Pertanyaan terbesar yang ada dibenat saya bagaimana kondisi disaat guru membuat Silabus dan RPP sebagai perangkat pembelajaran, kenapa saya diharuskan mesti menulis hal yang saya sudah hafal diluar kepala? Dalam kegiatan Diklat Instruktur Nasional, dan pencarian informasi tentang ilmu pengetahuan melalui Teknologi yang ada saat ini, diri saya disegarkan mengenai pentingnya RPP dan hubungannya dengan kualitas pengejaran seorang Guru.

Pada saat Diklat dan juga melalui informasi yang saya temukan, bahwa semua guru diharapkan harus membuat dan menyusun RPP, dan sangat di wajibkan bagi seorang Guru.

Ada beberapa hal yang menjadi fakta dan kendala yang dapat kita amati tentang para guru di lapangan mengenai RPP tersebut yaitu :
  1. Membuat RPP, guru kerap hanya bergantung pada contoh yang didapat dari orang lain dan ditiru mentah-mentah padahal yang tahu kebutuhan murid sendiri adalah diri kita sendiri, bukanlah orang lain. Meniru itu boleh tetapi mohon juga disesuaikan dengan kondisi peserta didik kita sendiri.
  2. Problema RPP, sebagian guru sering pusing sama formatnya, padahal ssebenarnya yang lebih penting sebenarnya adalah substansi dari apa yang kita inginkan dari Tujuan kegiatan belajar mengajar. Hanya dengan mengejar format RPP yang benar seorang Guru sering tidak mempertimbangkan isi yang ada didalamnya apakah bisa diterapkan atau tidak. Hingga menimbulkan frustasi bagi dirinya sendiri.
  3. Didalam RPP dituliskan tujuan pembelajarannya adalah "Peserta dapat memperagakan" Namun yang terjadi dari Gurunya dalam menyampaikan materinya malah berceramah, tentu tidak nyambung bukan?

Hal-hal diatas tanpa kita sadari merupakan fenomena yang terjadi, artinya dapat dijadikan sebagai bukti bahwa kemauan mencoba hal yang baru serta keinginan untuk selalu berusaha professional belum menjadi bagian dari profesi yang dituntut harus hadir dan tertanam didalam diri seorang guru yang sebenarnya. 
Untuk itu ada beberapa hal dibawah ini akan mengajak dan menjadi bahan masukan untuk menyegarkan pengertian kembali mengenai RPP sebagai perangkat/administrasi pembelajaran yang wajib untuk di lakukan seorang guru.

Didalam RPP diharapkan menuangkan dan menggambarkan prosedur, struktur organisasi pembelajaran untuk mencapai KD-KI yang ditetapkan dalam standar isi yang telah dijabarkan dalam silabus.
Susun indikator dalam RPP diharapkan harus melibatkan 3 aspek (kognitif, afektif, psikomotorik) dan tidak mesti semua dituangkan didalamnya, tetapi harus disesuaikan dengan karakteristik mata ajar yang akan di berikan kepada peserta didik, supaya tidak tampak yang mengada-ada didalam penyusunan RPP nya.


Pada prinsipnya, apapun kurikulum yang berlaku dalam pendidikan, menyusun perangkat mengajar haruslah mempertimbangkan hal berikut ini:

1.Isi kurikulum
Langkah pertama yang dilakukan adalah menafsirkan isi kurikulum.  Menterjemahkan maksud dan tujuan yang terkandung dalam kurikulum pendidikan. Tentu saja semua guru perlu memiliki buku perangkat kurikulum sehingga bisa membaca dan memahami pesan-pesan kurikulum tersebut. Berangkat dari hal inilah, guru akan dapat mendisain perangkat mengajar sesuai dengan mata pelajaran yang diasuh. Lihat juga: Guru Sebagai Operator Kurikulum

2.Karakter anak didik
Hasil penafsiran sebuah kurikulum tidak selalu dapat diterapkan mentah-mentah di sekolah tempat bertugas. Pertimbangan menyusun perangkat mengajar adalah bagaimana kondisi peserta didik , yang meliputi; karakter siswa, kemampuan rata-rata siswa di sekolah (nilai siswa), sosial budaya lingkungan siswa, dan lain sebagainya.

3.Sumber daya sekolah
Sebagus apapun kurikulum yang berlaku, selengkap bagaimanapun perangkat mengajar yang disusun guru. Belum berarti banyak jika tidak mempertimbangkan segala sumberdaya yang dimiliki oleh sekolah. Mengapa demikian? Perangkat mengajar yang dirancang sedemikian rupa tidak dapat diimplementasikan dalam pembelajaran jika sarana dan prasarana tidak mendukung.

Secara garis besarnya dari penjelasan diatas dapat dituangkan secara ringkas yang harus dipertimbangkan didalam penyusunan RPP tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Ruang lingkup RPP; untuk 1 pertemuan atau lebih.
  2. Standar khusus RPP: mesti menuliskan model  dan pendekatan strategi pembelajarannya
  3. RPP berisi kegiatan-kegiatan yang terstruktur, tanpa itu dijamin kelas akan berantakan
  4. Langsung mengajar tanpa RPP boleh saja dilakukan, dengan catatan asal guru sudah mengerti & mendokumentasikan skenario pembelajaran didalan 1 tahun
  5. Standar khusus RPP; ada langkah-langkah awal, inti, akhir serta disertakan jenis penilaiannya
  6. RPP yang baik itu adalah jelas, siapapun yang mengajarkan akan bisa membaca dan melakukan karena didalamnya dipaparkan tahap demi tahap (proses)

Sebagai pertimbangan yang tak kalah penting dalam menyusun perangkat mengajar adalah ketersediaan fasilitas, alat dan media, serta sumber belajar di sekolah. Jika memang semua sumberdaya sekolah terbatas maka guru tak perlu menyusun perangkat mengajar yang muluk-muluk. Juga tidak perlu menyusun perangkat mengajar dengan meniru perangkat mengajar di sekolah lain.

Selain itu, sumberdaya yang dimiliki oleh sekolah akan menentukan bagaimana strategi dan metode mengajar yang akan digunkan oleh guru. Pendekatan keterampilan proses misalnya, tidak mungkin digunakan jika sarana belajar tidak memadai. Begitu pula metode eksperimen yang memerlukan berbagai alat dan bahan belajar. Tidak dapat diterapkan jika sumberdaya sekolah tidak mendukung metode ini.

Berikut adalah Langkah langkah dalam membuat RPP dan Silabus yang kreatif;
  1. Pertahankan KI-KD yang ada, lalu kita usahakan untuk membuat indikator yang kreatif. Ciri-ciri indikator yang kreatif adalah berorientasi pada produk atau hasil yang akan ditunjukkan oleh peserta didik. Misalnya siswa membuat jurnal, poster, presentasi singkat serta banyak lagi jenis penugasan yang kreatif dan mengajak peserta didik mempreaktekan berpikir tingkat tinggi.
  2. Jadikan buku teks sebagai mitra dan bukan satu-satunya rujukan, banyak sekali RPP yang ujung-ujungnya meminta anak mengerjakan soal yang ada di LKS atau buku teks. Padahal ini saatnya menjadikan buku teks sebagai acuan teori, jika bentuk penugasan yang kreatif dari seorang guru maka semakin senang dan tertantang parapeserta didik untuk mengerjakan yang terbaik.
Semoga Bermanfaat
Salam kolaborasipengetahuan