Bagaimana Sebenarnya Mengintegrasikan PPK, Literasi, 4C, dan HOTS Didalam Menyusun RPP untuk Kurikulum 2013


Bagaimana Sebenarnya Mengintegrasikan PPK, Literasi, 4C, dan HOTS Didalam Menyusun RPP untuk Kurikulum 2013 Terbaru Pada Tahun Ajaran 2018/2019

Proses Kegiatan Belajar Mengajar tentunya seorang Tenaga Pendidik atau Guru diwajibkan untuk membuat perencanaan pembelajaran karena perencanaan merupakan tahapan awal yang diwujudkan melalui kegiatan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran atau yang disingkat dengan RPP.  Setiap Tenaga Pendidik di setiap satuan pendidikan harus menyusun RPP untuk kelas di mana seorang guru tersebut mengajar. Guru kelas ada pada Tingkat SD/Mi, dan Guru mata pelajaran untuk Tingkat SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK. Untuk menyusun RPP yang benar tentu harus dapat mempelajari hakikat, prinsip dan langkah-langkah penyusunan RPP tersebut.  Seperti halnya yang tertera pada Permendiknas tentang Pembelajaran  Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah - Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran nomor 103 Tahun 2014. Namun peraturan ini diperbaharui dengan keluarnya Permendikbud No 23 tentang standar penilaian dan panduan penilaian terbaru. 

Pemahaman tentang PPK
Perbaikan selanjutnya bagaimana mengintegrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) didalam pembelajaran. Karakter yang perlu diperdalam dan diperkuat ada 5 karakter utama, yaitu : Religius, Nasionalis, Mandiri, Gotong royong, dan Integritas. Selain PPK juga didalam pembelajaran perlu juga diintegrasikan literasi; keterampilan abad 21 atau 4C (Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative); dan HOTS (Higher Order Thinking Skill.
Gerakan PPK perlu mengintegrasikan, memperdalam, memperluas, dan sekaligus menyelaraskan berbagai program dan kegiatan pendidikan karakter yang sudah dilaksanakan sampai sekarang. Dalam hubungan ini pengintegrasian dapat berupa pemaduan kegiatan kelas, luar kelas di sekolah, dan luar sekolah (masyarakat/komunitas); pemaduan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler; pelibatan secara serempak warga sekolah, keluarga, dan masyarakat; perdalaman dan perluasan dapat berupa penambahan dan pengintensifan kegiatan-kegiatan yang orientasikan pada pengembangan karakter peserta didik, penambahan dan pendalaman kegiatan belajar peserta didik, dan pengaturan ulang waktu belajar peserta didik didalam sekolah atau diluar sekolah; kemudian penyelerasan dapat berupa penyesuaian tugas pokok Tenaga Pendidik, Manajemen Berbasis Sekolah, dan fungsi Komite Sekolah dengan kebutuhan Gerakan PPK.

Pemahaman tentang Pengertian Literasi 
Didalam konteks Gerakan Literasi Sekolah adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik. Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Literasi dapat dijabarkan menjadi Literasi Dasar (Basic Literacy), Literasi Perpustakaan (Library Literacy), Literasi Media (Media Literacy), Literasi Teknologi (Technology Literacy), Literasi Visual (Visual Literacy).

Pemahaman tentang Keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation). 
Inilah yang sesungguhnya ingin kita tuju dengan K-13, bukan sekadar transfer materi. Tetapi pembentukan 4C. Sebenarnya kata ini tidak terlalu baru untuk kita. Di berbagai kesempatan, kita sudah sering mendengar beberapa pakar menjelaskan pentingnya penguasaan 4C sebagai sarana meraih kesuksesan, khususnya di Abad 21, abad di mana dunia berkembang dengan sangat cepat dan dinamis. Penguasaan keterampilan abad 21 sangat penting, 4 C adalah  jenis softskill yang pada implementasi keseharian, jauh lebih bermanfaat ketimbang sekadar pengusaan hardskill.



Pemahaman tentang Higher Order of Thinking Skill (HOTS)
HOTS adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kurikulum 2013 juga menuntut materi pembelajarannya sampai metakognitif yang mensyaratkan peserta didik mampu untuk memprediksi, mendesain, dan memperkirakan. Sejalan dengan itu ranah dari HOTS yaitu analisis yang merupakan kemampuan berpikir dalam menspesifikasi aspek-aspek/elemen dari sebuah konteks tertentu; evaluasi merupakan kemampuan berpikir dalam mengambil keputusan berdasarkan fakta/informasi; dan mengkreasi meruapakan kemampuan berpikir dalam membangun gagasan/ide-ide.

Sehingga didalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat harus memunculkan aspek tersebut. Agar Aspek-aspek tersebut muncul didalam penyusunan RPP seperti halnya (PPK, Literasi, 4C, dan HOTS) maka diperlukan kreatifitas Guru dalam menata dan menyusunnya. Maka tidak mungkin lagi menggunakan model/metode/strategi/pendekatan yang berpusat kepada guru sebagai tenaga pendidik, namun diharapkan dapat mengaktifkan Peserta Didik dalam pembelajaran (Active Learning).

Semoga Bermanfaat
Salam Kolaborasi Pengetahuan